Tinjauan Yuridis Mengenai Kawin Kontrak Serta Akibat Hukumnya Terhadap Istri Dan Anaknya

AuthorIbnu Fiyan Afifi
PositionGedung K1 Lantai 1 FH Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Pages20-25
20
ULJ 3 (1) (2014)
UNNES LAW JOURNAL
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ulj
TINJAUAN YURIDIS MENGENAI KAWIN KONTRAK SERTA AKIBAT
HUKUMNYA TERHADAP ISTRI DAN ANAKNYA
Ibnu Fiyan Afifi
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Info Artikel
________________
Sejarah Artikel:
Diterima April 2014
Disetujui Mei 2014
Dipublikasikan Juni 2014
________________
Keywords:
observation of judicial,
consequence judicial children
and wife.
__________________
Abstrak
___________________________________________________________________
Perkawinan sejatinya untuk membentuk keluarga yang bahagia dunia akhirat b erdasarkan ketuhanan, namun
seringkali ada pihak pihak yang menjadikan per kawinan yang luhur ini sebagai kontr ak biasa.Kawin kontrak
tersebut dilakukan dalam waktu beberapa tahun,dan ketika pelaksanaan kaw in kontrak tersebut berlangsung
lahir seorang anak. Penelitian ini bertuju an untuk mengetahui tinjauan yuridis Undang-Undang Nomor 1 Tahun
1974 tentang Perkawinan dan Hukum Islam mengenai kawin kontrak dan bagaimana Akibat hukumnya
terhadap anak dan istri. Pene litian ini menggunakan metode yuridis normatif, dimana dalam penelitian ini
menggunkan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Metode pengumpulan data
menggunakan studi kepustakaan sehingga dalam analisis data nantinya akan lebih k onkret dalam menjawab
masalah yang ada. Hasil dari penelitian serta simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa UndangU ndang
Nomor 1 tahun 1974 t entang Perkawainan tidak mengatur mengenai kawin kontrak yan g ada, serta Huk um
Islam baik KHI atau sabda R asul juga melarang yang kawin kontrak meskipun golongan syi’ah menyatakan
bahwa kawin kontrak diperbolehkan. Akibat hukum yang diperoleh adalah : a) bagi istri mengenai status
perkawinan yaitu perkawinan tersebut tidak diakui oleh negara karena negara tidak mengatur kawin kontrak,
istri hanya memperoleh status sosial dan ekonomi. Mengenai hart a bersama karena kawin kontrak tidak diakui
maka mengena i harta bersama Pasal 35 Undang Undang Perkawinan jug a tidak bisa dituntut.b ) bagi anak
dengan berda sar Pasal 42, 43 Ayat 1 mengenai kedudukan anak, anak hanya mempunyai hubungan perdata
dengan ibunya saja, anak tidak mempunyai hubungan saling mewarisi dengan bapaknya,karena anak kawin
kontrak dianggap anak luar kawin yang tidak diakui. Kemudian mengenai harta dan wali, anak kawin kontrak
juga tidak bisa menuntut apa apa dari bapaknya.
.
Abstract
__________________________________________________________________
Wedding of the truth is to create a happy family based on divine eternity, but often there are those - the making of a noble marriage as ordinary
contracts. Wedding contract is done in the next few years, and during mating performance of the contract last birth of a child. This study aims to
find out the opinions juridical Act No. 1 of 1974 on Marriage and the Law of Islam on the wedding contract and how the consequences of the ruling
on the children and wife. This study used a normative method, which in this study use the approach of legislation and approach the concept.
Methods of data collection using library research so that the analysis of data will be more concrete in answering the the problem. The results of the
study and this study shows that knot: 1) Act No. 1 of 1974 on Weding not arrange the wedding contract available, as well as good KHI or Islamic
law also prohibits the words of the Prophet married name despite the contract stating that the ring contract allowed. 2) obtained as a result of the law
are: a) the wife of the marital status of the marriage that is not recognized by the state because the state does not regulate mating contract, the wife
had only social and economic status. On the common property shall not be recognized as married contract then the property with Article 35 of Law -
Law Marriage can not be claimed. b) for children with based on Article 42, verse 1 of the 43 children, only to have a civil relationship with her
alone, children have no contact with each other to inherit his father, because his contract is considered child marries outside the ring which is not
recognized. Then the property and guardian, the child can not marry contract claims - anything from father.
.
© 2014 Universitas Negeri Semarang
Alamat korespondensi:
Gedung K1 Lantai 1 FH Unnes
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
E-mail: fh@unnes.ac.id
ISSN 2301-6744

To continue reading

Request your trial