Penyelesaian Sengketa Pembagian Hak Atas Tanah Dengan Putus Damai

AuthorOni Mahardika
PositionGedung K1 Lantai 1 FH Unnes Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
Pages69-74
69
ULJ 3 (1) (2014)
UNNES LAW JOURNAL
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ulj
PENYELESAIAN SENGKETA PEMBAGIAN HAK
ATAS TANAH DENGAN PUTUS DAMAI
Oni Mahardika
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Info Artikel
________________
Sejarah Artikel:
Diterima April 2014
Disetujui Mei 2014
Dipublikasikan Juni 2014
________________
Keywords:
Mediation; Dispute
Resolution; The End of
Peace.
________________
Abstrak
___________________________________________________________________
Untuk me ngetahui faktor penyebab mediasi di awal persidangan tidak berhasil dan untuk mengetahui proses
persidangan dengan putus damai dalam perkara nomor 65 / Pdt.G / 2012 / PN.Ska. Penelitian hukum ini
menggunakan jenis penelitian kualitatif, pendekatan pe nelitian yuridis sosiologis. Dalam metode ini , data primer
diperoleh langsung dari Hakim di Pengadilan Negeri Sur akarta dan para pihak yang berperkara, data sekunder
diperoleh dari dokumen-dokumen hukum maupun bahan-bahan pustaka yang ada hubungannya dengan
Penyelesaian Sengketa Pembagian Hak Atas Tanah dengan Putus Damai pada Perkara Nomor 65 / Pdt.G / 2012
/ PN.Ska. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor penyebab me diasi di awal persidangan tidak
berhasil adalah Egoisme para pihak yang masih ting gi; disela-sela persidangan para pihak yang mengupayakan
damai, belum bisa menemukan kesepakatan, sehin gga proses persidangan waktunya tertunda lagi. Proses
persidangan dengan Putus Damai dalam perkara nomor 65 / Pdt.G / 2012 / PN.Ska Pada sidang ke-20 para pihak
mengupayakan perdamaian dengan negosiasi, setelah negosiasi yang dilakukan menghasilkan kesepakatan
sehingga dibuatlah Akta Perdamaian supaya perjanjian perdamaian para pihak mempunyai kekuatan hukum yang
sama dengan Putusan Hakim sesuai Pasal 130 HIR dan atau 154 RBg jo PERMA Nomor 1 Tahun 2008 Tentang
Prosedur Mediasi di Pengadilan;
Abstract
___________________________________________________________________
To find out the causes of the mediation is not successful in the beginning of the trial and to know with breaking the peace proceedings in case number
65 / Pdt.G / 2012 / PN.Ska. The legal research uses qualitative research , sociological juridical approach . In this method , primary data obtained
directly from the Judge in Pengadilan Negeri Surakarta and the litigants , t he secondary data obtained from legal documents and reference material
that has to do with the Dispute Resolution Division of Land Rights to End Peace in Case Number 65 / Pdt.G / 2012 / PN.Ska . The results showed
that there are several factors causing early mediation is not successful trial the parties still egoism high ; sidelines of the hearing the parties who seek
peace can not find a deal , so it 's time pending further proceedings . The hearing by the End of Peace in case number 65 / Pdt.G / 2012 / PN.Ska
At the 20th session of the parties to make peace with the negotiations , after negotiations produced an agreement that committed the Settlement Deed
was made so that the peace agreement of the parties shall have the force of law together with the verdict Judge under Article 130 or 154 RBg HIR and
jo PERMA No. 1 of 2008 on Mediation Procedures in Court ;
© 2014 Universitas Negeri Semarang
Gedung K1 Lantai 1 FH Unnes
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
E-mail: fh@unnes.ac.id
ISSN 2301-6744
PENDAHULUAN
Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia
Nomor 01 Tahun 2008 Tentan g Prosedur Mediasi di
Pengadilan, yang mengatur bahwa setiap penyelesaian
perkara di Pengadilan terlebih dahulu diupayakan
untuk berdamai melalui proses mediasi sebelum
dilanjutkan proses persidangan. Namun, apabila tidak
ada kesepakatan untuk berdamai, maka persidangan
tetap dilanjutkan. Akan tetapi selama proses
persidangan berlangsung masi h diberi kesempatan

To continue reading

Request your trial